Rabu, 09 Januari 2013

PUISI


SAHABAT

Sahabat,
Satu kata yang ketika ku ucapkan teringat kalian yang selalu ada untukku
Susah senang kita lewati bersama
Saat wajah ini secerah langit pagi
Ketika senyum tak henti pergi dari pipi
Terlihat dirimu disisi
Di wajahmu terpancar rona bahagia menghiasi

Terima kasih sahabat
Saat bahagia, kau tertawa bersamaku
Saat ku sedih, saat hati ini terluka,
kau yang pertama meneteskan air mata untukku

sahabat,
teringat ketika air mata ini menetes,
kau datang di sampingku
meminjamkan separuh bahumu untuk sekejab ku mengadu dan berkeluh
ibarat matahari, kau datang memberi sinar takala awan hitam datang mengganggu

sahabat,
menurutku kita bagaikan pelangi
berbeda, namun ketika bersama menjadi warna yang indah
terima kasih sahabatku


SEBUAH PENYESALAN

Lama sudah sajak itu ku tulis padamu
Ribuan kata kata penuh makna berasal dari dalam hati kuberikan padamu
Saat itu kau acuhkan kertas putih  berisikan sajakku
Aku tak gentar untuk tetap mencintaimu
Karena hatiku berkata kau tak kan pergi dan takkan pernah pergi
Sejauh apapun kau menghindar, kau tetap akan berlabuh di hatiku
Kini, tibalah saatnya kau merasakan apa yang dulu kurasakan,
Mencintai seseorang dengan penuh cinta, namun ia tak pernah cinta padamu
Mungkin ia cinta, tapi cintanya tak sebesar cintamu
Miris…
Sangat miris …
Kau mengambil kertas yang dulu pernah kuberikan,
Kau membukanya, membacanya dan akhirnya kau pun menangis
Kau menangis karena baru saja merasakan hangatnya cinta yang dulu kuberikan,
Sebuah cinta yang tulus dari dalam hati,
Cinta yang tak pernah menuntut apapun,
Cinta yang memberikan kebebasan bukan pengekangan
Terlambat,
Semua sudah terlambat
Namun tak pernah ada kata terlambat untuk sebuah perubahan
Berubahlah,
Banyak cinta lain yang menantimu,
Tapi, itu bukan aku


RINDU

Dunia berjalan dan mendapati dirinya terburu buru
Aku tidak mempunyai gambaran untuk hari esok
Kebenarannya, aku tidak ingin tau
Beberapa hal terbaik yang tersisa tidak dikatakan
Aku suka berfikir sesuatu yang sangat indah
yang tak dapat diungkapkan dengan kata – kata dan membuat hatiku rindu karenanya
Itu seperti burung indah yang mengepakan sayap ke dalam sangkar dan membuat tembok ini pecah
Dan untuk setiap kenangan yang singkat,
semua yang ada di sini merasakan kebebasan
Tapi beberapa burung tidak dapat di kurung,
bulu bulu mereka begitu menyilaukan
Dan ketika mereka terbang menjauh,
bagaikan dirimu tau bahwa adalah suatu dosa telah mengurung kebebasan mereka
Tapi suatu tempat di dalam hidupmu terasa kacau dan hampa setelah mereka pergi
Aku kira…
Aku kira
Aku hanya merindukannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar