Rabu, 21 Mei 2014

PERANCANGAN SISTEM SECARA UMUM

A. PENGERTIAN PERANCANGAN SISTEM

Verzello / John Reuter III 
Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem : Pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi : “menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk “. 

John Burch & Gary Grudnitski 
Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. 

George M. Scott 
Desain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan ; tahap ini menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem, sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem. 

Dengan demikian Perancangan Sistem dapat diartikan sbb : 

  1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem 
  2. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional 
  3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi 
  4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk 
  5. Dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen     yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi 
  6. Termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-konponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem

B. TUJUAN PERANCANGAN SISTEM

Tahap Perancangan / Desain Sistem mempunyai 2 tujuan utama, yaitu :
  1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem 
  2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik yang terlibat (lebih condong pada desain sistem yang terinci) 
C. PERSONIL YANG TERLIBAT

Analis sistem seharusnya melibatkan beberapa personil, seperti :
  1. Spesialis pengendalian 
  2. Personil penjamin kualitas 
  3. Spesialis komunikasi data 
  4. Pemakai sistem 
D.  PERANCANGAN SISTEM SECARA UMUM

Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Analisis sistem dan desain sistem secara umum bergantung satu sama lain. Studi menunjukkan bahwa apa yang dikumpulkan, dianalisis dan dimodelkan selama fase analisis menyediakan dasar bagi desain sistem secara umum untuk dibuat. Fase analisis sistem merupakan investigasi dan berorientasi ketemuan. 

Pada fase ini, profesional sistem harus sering membuat fitur yang baru atau berbeda dari model dasar yang dibuat selama analisis sistem. Kuncinya adalah dapatkan atau tuliskan semua ke dalam kertas tanpa mencoba untuk memperbaiki desain sistem lebih awal. Aturannya adalah : berinteraksi dengan user, periksa dengan anggota tim, periksa dengan teknisi (pemrogram); desain ulang, periksa, periksa dan periksa kembali tetapi jangan coba-coba untuk membangun detail yang lebih rendah atau spec kecil selama fase ini. Semua ini akan dilakukan jika salah satu dari desain sistem secara umum sudah dipilih untuk implementasi. 

TIGA KATEGORI DESAIN SISTEM
  1. Global-Based Systems 
  2. Group-Based Systems 
  3. Local-Based Systems
Global-Based Systems (Sistem Berbasis Global)
Untuk mendesain sistem yang berbasis global (global-based) membutuhkan pemeriksaan secara seksama dan lengkap atau penggantian dari seluruh komponen desain umum. Beberapa tipe perubahan yang umum adalah : 

Output yang lama : dari laporan berbentuk tabel setiap bulannya menjadi layar grafik berwarna 2 atau 3 dimensi 
  • Proses baru dibuat 
  • Input diambil dari peralatan scan daripada dengan pensil dan kertas 
  • Database hirarki lama diubah ke database relasional baru dengan standar bahasa query 
  • Kontrol yang bervariasi diinstal, termasuk UPS (Uninterruptible Power Systems), DRP (Disaster Recovery Plans), peralatan enkripsi dan peralatan kontrol akses biometri 
  • Platform teknologi baru yang menggabungkan seluruh topologi jaringan organisasi (komputer dan peralatannya) yang mendukung 

Membutuhkan beberapa tim proyek yang langsung ditunjuk dari CIO. Lembar kerjanya berisi semua komponen desain umum berikut deskripsi masing-masing secara umum. Beberapa alternatif diberikan ke user untuk di review dan diketahui. Setelah direview, alternatif beberapa aspek dapat digabungkan untuk dibuat gabungannya. Beberapa diantaranya dapat diterima atau dapat ditolak. 

Group-Based Systems (Sistem Berbasis Kelompok)

Sistem ini melayani cabang-cabang atau group user khusus dalam organisasi. Kelompok ini memiliki kebutuhan khusus untuk menyelesaikan pekerjaan dan membuat keputusan yang tepat. Perancang sistem yang bekerja pada group ini perlu memiliki pengetahuan tentang bekerja pada sistem group-based. Perancang tidak perlu memusatkan perhatian ke perancangan desain sistem tertentu, seperti database dan platform teknologi tetapi pada output, input, proses, kontrol dan untuk platform teknologi, khusus untuk group local (LAN). 

Local-Based Systems (Sistem Berbasis Lokal)
Sistem ini khusus didesain untuk beberapa orang, sering satu atau dua, untuk aplikasi khusus tambahan. User memiliki PC dan ia direncanakan untuk memiliki sistemnya. Profesional sistem umumnya dipakai untuk bekerjasama dengan user menganalisis mendesain, mengevaluasi sistem yang berbeda, memilih satu dan mengimplementasikan dengan menggunakan jaringan dan pendukungnya.

E. TAHAPAN PERANCANGAN SISTEM
  1. PERANCANGAN OUTPUT 
  2. PERANCANGAN INPUT 
  3. PERANCANGAN PROSES SISTEM 
  4. PERANCANGAN DATABASE 
  5. PERANCANGAN KONTROL 
  6. PERANCANGAN JARINGAN 
  7. PERANCANGAN KOMPUTER
F. TEKANAN-TEKANAN PERANCANGAN

Perancangan Sistem Informasi harus memperhatikan sejumlah tekanan desain (forces design) :
  1. Integrasi (Integration) 
  2. Jalur Pemakai / Sistem (User / System Interface) 
  3. Tekanan Persaingan (Competitive Forces) 
  4. Kualitas dan kegunaan Informasi (Information Quality and Usability) 
  5. Kebutuhan-kebutuhan System (Systems Requirements) 
  6. Kebutuhan-kebutuhan Pengolahan Data (Data Processing Requirements) 
  7. Faktor-faktor Organisasi (Organizations Factors) 
  8. Kebutuhan-kebutuhan Biaya Efektifitas (Cost Effectiveness Requirements) 
  9. Faktor-faktor Manusia (Human Factors) 
  10. Kebutuhan-Kebutuhan Kelayakan (Feasibility Requirements)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar